BOGOR – Sebagai bentuk nyata komitmen terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bogor baru saja sukses menggelar kegiatan kuliah praktik sekaligus pengabdian masyarakat. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 6 November 2025, dengan mengambil lokasi di Batoo Farm Adventure, Ciseeng, Kabupaten Bogor. Mengusung tema “Pemanduan Wisata Edukasi di Batoo Farm Adventure”, agenda ini secara khusus mengintegrasikan materi dari mata kuliah Tour Guide Technique dan Strategic Management ke dalam situasi lapangan yang sesungguhnya. Fokus pada Kualitas Pelayanan dan KomunikasiUntuk memastikan mahasiswa mendapatkan ilmu yang relevan dengan standar industri, LPPM STP Bogor menghadirkan dua narasumber berpengalaman dari Program Studi Sarjana Pariwisata: Samuel, SST.Par., MM.Par. – Membedah teknik Public Speaking. Beliau menekankan bahwa seorang pemandu wisata bukan sekadar pemberi informasi, tapi harus mampu membangun suasana dan berkomunikasi secara persuasif kepada wisatawan. Wildan Rizky Rahadian, S.Par., MM.Par. – Memberikan pendalaman mengenai Basic Hospitality. Materi ini menjadi pengingat penting bahwa keramah-tamahan adalah fondasi utama yang menentukan kepuasan pengunjung di destinasi mana pun. Menyelaraskan Teori dengan Realitas LapanganKetua LPPM STP Bogor, Sekti Rahardjo, S.TP., MM., menjelaskan bahwa program ini dirancang agar para dosen dan mahasiswa bisa berkontribusi langsung kepada masyarakat sesuai dengan keahlian akademiknya. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya terpaku pada teks di buku. Di Batoo Farm Adventure ini, mereka belajar bagaimana mengelola strategi sebuah destinasi wisata edukasi dan bagaimana mempraktikkan teknik pemanduan secara live,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, STP Bogor berharap para mahasiswa tidak hanya lulus dengan gelar akademik, tetapi juga memiliki mentalitas profesional dan keterampilan praktis yang siap bersaing di industri pariwisata yang dinamis.



