Dunia akademik bukan hanya soal mengajar di kelas, tetapi juga tentang bagaimana ilmu pengetahuan bisa menyentuh dan memberdayakan masyarakat secara langsung melalui Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Namun, menembus ketatnya persaingan hibah PKM skema kompetitif nasional bukanlah perkara mudah. Hal inilah yang mendorong Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bogor untuk menggelar sebuah forum khusus bagi para dosennya.
Pada Jumat, 21 November 2025, suasana formal kampus mencair dalam sebuah agenda bertajuk “Ngobrol Santai: Rahasia Dosen Lolos Hibah PKM”. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah bagi para akademisi untuk saling berbagi strategi, kiat, dan pengalaman nyata dalam menyusun proposal yang mampu memikat hati para reviewer nasional.
Sinergi Antar Akademisi
Kegiatan yg diinisiasi oleh Kepala Bidang PKM, Dr. Maidar Simanihuruk, SST.Par., M.Pd., M.Par, melibatkan jajaran pimpinan dan dosen lintas program studi. Kehadiran para pimpinan seperti Dr. Laurinciana Sambuanga Sampebatu, S.P., M.Si selaku Ketua STP Bogor, Dr. Pipin Noviati Sadikin, SS., S.PWK., M.M selaku Kepala Bidang Penelitian STP Bogor, para Kaprodi dan Dosen STP Bogor lainnya, menunjukkan betapa seriusnya komitmen kampus dalam meningkatkan kapasitas intelektual dan pengabdian dosennya.
Kegiatan ini menghadirkan tiga pemateri yang merupakan dosen STP Bogor penerima hibah PKM Nasional, yaitu Aditya Sugih Setiawan, SST.Par., M.Par dengan Skema Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) Tahun 2023, Dr. Dina Mayasari, S.E., M.Par dengan Skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMPb) Tahun 2023, dan Dina Hariani, S.Hum., M.Par., P.hD dengan Skema Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) Tahun 2024.
Bukan Sekadar Teori, Tapi Strategi Nyata
Sesuai dengan temanya, forum ini tidak berjalan kaku. Para dosen yang telah berhasil meraih pendanaan hibah berbagi “resep dapur” mereka—mulai dari cara menemukan isu masyarakat yang relevan, menyelaraskan dengan skema nasional, hingga detail teknis penulisan yang seringkali menjadi penentu kelulusan.
Tujuannya dari diadakannya sharing ini yaitu memperkuat kapasitas dosen STP Bogor agar semakin banyak proposal yang lolos seleksi nasional. Dengan semakin banyaknya hibah yang diraih, dampak positif yang bisa diberikan kampus kepada masyarakat pun akan semakin luas dan nyata.

Membangun Budaya Berbagi
Melalui sesi berbagi pengalaman ini, STP Bogor ingin menumbuhkan budaya kolaboratif di lingkungan kampus. Bahwa keberhasilan satu dosen dalam meraih hibah bukan hanya prestasi pribadi, melainkan ilmu yang harus dibagikan agar rekan sejawat lainnya bisa mengikuti jejak yang sama.
Semangat “Ngobrol Santai” ini menjadi bukti bahwa untuk mencapai prestasi besar di tingkat nasional, dimulai dari komunikasi yang hangat dan saling mendukung di internal institusi. Kini, para dosen STP Bogor siap melangkah lebih jauh dengan proposal-proposal inovatif yang siap memberikan solusi bagi masyarakat luas.



