Menelusuri Jejak Budaya dan Kearifan Lokal: Eksplorasi Mahasiswa STP Bogor di Desa Wisata Cimande
BOGOR – Sebagai bagian dari penerapan pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada mata kuliah Basic English, mahasiswa semester 1 Program Studi D4 Perhotelan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bogor melakukan kegiatan pembelajaran di luar kampus (off-campus learning) ke Desa Wisata Cimande, Bogor. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan paparan awal industri pariwisata sekaligus mengasah kemampuan analisis dan bahasa Inggris mereka melalui pengamatan langsung di lapangan.
Mengenal Cimande: Pusat Budaya dan Tradisi
Desa Cimande dikenal luas sebagai tempat kelahiran salah satu aliran pencak silat tertua dan paling dihormati di Indonesia, yakni Pencak Silat Cimande. Selain warisan bela diri, desa ini memiliki kekayaan alam berupa perkebunan Salak Slebor dan lidah buaya, serta tradisi pengobatan patah tulang yang melegenda.
Analisis Destinasi Melalui Kerangka 7A
Dalam kegiatan ini, mahasiswa menganalisis potensi desa menggunakan kerangka Dimensi Pariwisata 7A:
- Attraction (Atraksi): Daya tarik utama meliputi pertunjukan Pencak Silat, edukasi pembuatan minyak herbal Cimande, serta wisata agro ke kebun Salak Slebor dan lidah buaya.
- Accessibility (Aksesibilitas): Akses jalan menuju desa tergolong baik, namun jalan internal di dalam desa cenderung sempit dan hanya cukup untuk satu mobil.
- Amenities (Amenitas): Fasilitas pendukung seperti tempat ibadah, warung makan, dan area parkir sudah tersedia, meski beberapa area masih memerlukan pengembangan lebih lanjut.
- Accommodation (Akomodasi): Tersedia beberapa homestay yang dikelola oleh warga lokal, memberikan pengalaman menginap yang autentik bagi pengunjung.
- Activities (Kegiatan): Wisatawan dapat belajar silat langsung dari instruktur lokal, mengeksplorasi perkebunan, hingga melihat proses pengobatan tradisional.
- Awareness (Kesadaran): Masyarakat setempat menunjukkan kesadaran yang tinggi dalam menjaga warisan budaya dan terlibat aktif dalam pengembangan pariwisata berbasis komunitas.
- Appearance (Penampilan): Desa ini mempertahankan suasana pedesaan yang asri dengan rumah-rumah tradisional dan lingkungan yang bersih.
Tantangan dan Peluang
Meskipun memiliki potensi budaya yang luar biasa, hasil observasi mahasiswa mencatat beberapa poin yang perlu ditingkatkan. Di antaranya adalah kualitas fasilitas homestay yang belum konsisten, terbatasnya papan informasi/petunjuk jalan bagi wisatawan, serta kendala bahasa bagi pemandu lokal dalam melayani turis mancanegara.
Pembelajaran Berbasis Proyek
Melalui proyek kolaborasi ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai teori pariwisata, tetapi juga melatih keterampilan kerja tim, teknik wawancara, dan kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris. Output dari kegiatan ini berupa laporan akademik dan video kreatif yang menjadi bagian dari penilaian ujian akhir mereka.
Dengan semangat “Anyone Can Be Someone,” kegiatan PKM ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan Desa Wisata Cimande sekaligus membentuk mentalitas profesional bagi para calon insan perhotelan dari STP Bogor.


