
Pada awal Desember 2025 lalu, desa ini kedatangan tamu spesial dari Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bogor yang membawa misi penting: menyelaraskan teori di kelas dengan realitas di lapangan.
Melalui program bertajuk “Jelajah Hospitality di Desa Wisata Cimande 2025”, para dosen dan mahasiswa Program Studi D4 Perhotelan melakukan kolaborasi akademik sekaligus pengabdian masyarakat selama dua hari, yakni pada 7-8 Desember 2025.
Belajar Langsung dari Akar Rumput
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang PKM Dr. Maidar Simanihuruk, SST.Par., M.Pd.,M.Par dan di damping oleh Ketua LPPM STP Bogor, Sekti Rahardjo, S.TP., M.M., ini dirancang agar dunia pendidikan tidak berjarak dengan masyarakat. Para dosen pendamping dari berbagai bidang keahlian turut terjun langsung untuk memberikan bimbingan teknis, di antaranya:
Dr. Maidar Simanihuruk, SST.Par., M.Pd.,M.Par: Memberikan arahan terkait strategi pengabdian masyarakat secara umum.
Diah Renata Anggraeni, S.Tr.Par., M.M: Mendampingi aspek operasional kantor depan (Front Office Operations) agar pelayanan kepada wisatawan semakin profesional.
Dr. Dhanik Puspita Sari, SST.Par.,M.Pd.,M.Par.: Fokus pada standar kebersihan dan penataan akomodasi (Housekeeping).
Riani Prihatini Ishak, S.Pi.,M.M.: Memperkenalkan dasar-dasar perhotelan, pariwisata, serta kemampuan Bahasa Inggris dasar bagi pengelola wisata lokal.
Meningkatkan Standar Layanan Desa Wisata
Fokus utama dari “Jelajah Hospitality” ini adalah berbagi standar pelayanan industri hotel kepada para pengelola desa wisata. Harapannya, keramahan alami khas pedesaan Cimande dapat berpadu apik dengan standar layanan profesional, sehingga wisatawan yang berkunjung merasa semakin nyaman dan terkesan.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini adalah laboratorium hidup. Mereka belajar bahwa hospitality bukan sekadar teori tentang melayani tamu di hotel berbintang, melainkan tentang bagaimana menghargai budaya lokal dan memberdayakan masyarakat sekitar melalui pariwisata yang berkelanjutan.
Komitmen Berkelanjutan
Langkah STP Bogor di Desa Wisata Cimande ini menjadi bukti nyata bahwa kampus memiliki peran strategis sebagai pendamping desa wisata. Dengan sentuhan ilmu pengetahuan dan praktik yang tepat, potensi besar yang dimiliki Cimande diharapkan dapat dikelola dengan lebih modern tanpa menghilangkan jati diri tradisionalnya.
Semangat kolaborasi ini menjadi pengingat bahwa kemajuan pariwisata Indonesia dimulai dari penguatan desa-desa wisatanya.



