BOGOR – Sebagai langkah nyata mendukung pengembangan wisata daerah, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bogor berkolaborasi dengan Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dalam program peningkatan kapasitas bagi pengelola wisata alam. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 3 September 2025, berlokasi di Balai Pertemuan Pasir Kerud, Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Agenda ini difokuskan untuk mematangkan kesiapan sumber daya manusia di Desa Purwabakti dalam mengelola daya tarik wisata alam secara profesional dan berkelanjutan. Mengasah Kemampuan Interpretasi dan Standar PelayananDalam sesi pelatihan ini, STP Bogor mengirimkan dua pakar yang memberikan materi praktis yang sangat dibutuhkan oleh para pengelola di lapangan: Aditya Sugih Setiawan, M.Par. – Membedah materi mengenai Interpretasi Wisata Alam. Beliau menekankan pentingnya kemampuan pemandu dalam “bercerita” sehingga wisatawan tidak hanya melihat pemandangan, tetapi juga memahami nilai dan keunikan ekosistem yang ada. Wildan Rizky Rahadian, S.Par., MM.Par. – Memberikan pendalaman materi tentang Pelayanan Pengunjung. Fokusnya adalah membangun komunikasi yang efektif dan standar keramahtamahan agar setiap tamu yang datang merasa dihargai dan mendapatkan pengalaman yang berkesan. Simulasi Langsung untuk Hasil yang MaksimalPelatihan ini tidak hanya berhenti di penyampaian teori. Para peserta diajak langsung melakukan simulasi pemanduan dan praktik penerimaan tamu. Melalui pendekatan ini, para pengelola lokal bisa langsung mengevaluasi kekurangan dan mendapatkan masukan dari para narasumber. Selain itu, sesi diskusi yang melibatkan perwakilan Balai TNGHS dan Indonesia Power (IP) juga menjadi ruang untuk merumuskan strategi peningkatan jumlah kunjungan tanpa mengabaikan kelestarian alam. Komitmen Pengabdian MasyarakatKetua LPPM STP Bogor, Sekti Rahardjo, S.TP., MM., menyatakan bahwa penugasan narasumber ini merupakan bagian dari tanggung jawab akademik dosen untuk terjun langsung membantu masyarakat. “Desa Purwabakti punya potensi luar biasa. Dengan peningkatan kapasitas ini, kami berharap para pengelola lokal semakin percaya diri dalam menyajikan wisata alam yang edukatif dan berkualitas,” tuturnya. Melalui sinergi antara akademisi dan pengelola kawasan, diharapkan Desa Purwabakti dapat menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Bogor yang dikelola secara mandiri dan profesional.




