Bogor Siapkan Konsorsium Riset Kota Sains Kreatif 2045

Bogor, 10 Desember 2025 – Upaya penguatan ekosistem riset dan inovasi di Kota Bogor semakin serius. Pemerintah Kota Bogor, melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA), menggelar diskusi penting mengenai “Rencana Pembentukan Konsorsium Riset dan Inovasi Kota Bogor”. Pertemuan yang berlangsung di Hotel Onih ini dihadiri oleh perwakilan perguruan tinggi, termasuk Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor, OPD, BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), industri, dan komunitas.

Arah Jelas untuk Kolaborasi Berbasis Bukti

Tujuan utama kegiatan ini adalah meletakkan fondasi yang kuat untuk kolaborasi riset terstruktur di Kota Hujan. Sekretaris BAPPERIDA, Ibu Agnes Andriani Kartika Sari, menjelaskan bahwa ekosistem riset lokal saat ini menghadapi keterbatasan, terutama minimnya jumlah analis kebijakan dan peneliti. Oleh karena itu, sinergi dengan kampus menjadi sebuah kebutuhan mendesak.

Visi jangka panjang Kota Bogor adalah menjadi “Kota Sains Kreatif 2045”. Untuk mencapai target ini, periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 akan difokuskan sebagai fase peletakan fondasi ekosistem riset. Konsorsium riset ini diharapkan menjadi instrumen penting untuk mengakselerasi pembangunan yang berbasis pada pengetahuan dan teknologi

BRIN Dorong Kemitraan Formal

Peran sentral BRIN dalam diskusi ini adalah memberikan arahan strategis. Narasumber dari BRIN, Bapak Mardyanto Wahyu Tryatmoko dan Dr. Adi Suhendra, menekankan bahwa konsorsium ini harus berbentuk model kemitraan formal antara BRIN, Pemerintah Kota, dan Kampus.

Konsorsium ini kelak diharapkan berfungsi sebagai:

  • Forum koordinasi 

  • Pool of Experts atau pusat tenaga ahli 

  • Laboratorium kolaboratif data dan riset 

BRIN juga menyoroti pentingnya integrasi data riset daerah melalui wadah yang disebut Bogor Research Data Hub

Prioritas Riset dan Kesiapan Kampus

Dalam upaya sinkronisasi, tema riset prioritas Kota Bogor telah diidentifikasi dalam Rencana Induk Riset Daerah (RIPJ-PID) yang saat ini menunggu penguatan melalui Peraturan Wali Kota. Tema-tema tersebut antara lain meliputi:

  • Kuliner, kriya, dan fesyen 

  • Urban living dan transportasi

  • UMKM dan teknologi

  • Ketahanan pangan, lingkungan, dan kesehatan

Perguruan tinggi menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan kesiapannya untuk berperan aktif. Beberapa masukan penting yang disampaikan kampus antara lain:

  • Permintaan adanya pemetaan tema riset yang lebih jelas dari Pemkot sebagai panduan.

  • Usulan pembangunan platform digital kolaboratif yang mencakup data masalah daerah, tema riset prioritas, dan kebutuhan teknologi OPD.

  • Kesiapan menyediakan layanan seperti Halal Center dan Sentra HKI (Hak Kekayaan Intelektual).

Para akademisi juga menekankan pentingnya keterlibatan kampus sejak tahap perencanaan pembangunan (musrenbang), serta memastikan hasil penelitian dan inovasi mahasiswa dapat di-hilirisasi atau diterapkan.

Konsorsium Segera Direalisasikan

Diskusi ini ditutup dengan kesepahaman bersama: Konsorsium Riset dan Inovasi Kota Bogor akan segera direalisasikan. Pertemuan ini menjadi langkah awal penyelarasan antara agenda pembangunan Kota Bogor dan agenda riset kampus, membuka peluang besar bagi institusi seperti STP Bogor untuk berkontribusi dalam bidang pariwisata, UMKM kuliner, dan pengembangan SDM.

 

Rencana aksi dan mekanisme kolaborasi lintas institusi akan segera disusun untuk mewujudkan smart collaboration ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top